bisnis karaoke Dalam 2-3 Tahun Modal Kembali
Sekalipun tengah krisis, bisnis tempat hiburan seperti karaoke tampaknya jarang sepi pengunjung. Karaoke dengan mengusung konsep tempat hiburan bagi keluarga bermunculan di Kota Medan, mulai dari yang kelas biasa (menengah ke bawah), hingga yang hadir di hotel-hotel berbintang.
Mengapa bisnis karaoke keluarga kini semakin menjamur? Pihak manajemen Karaoke Keluarga (K2) Multatuli Medan menjawab bahwa bisnis karaoke keluarga seperti K2 memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Prospeknya bahkan dapat bertahan dalam kurun 4-5 tahun ke depan.
"Dengan prospek itu membuat kita tertarik untuk membangun dan bertahan di konsep bisnis karaoke seperti ini. Jadi prospek bisnisnya cukup sangat baik bahkan bisa diandalkan 5 tahun ke depan," ungkap Irwan, Manager Operasional Karaoke Keluarga (K2) Multatuli saat ditemui MedanBisnis di lokasi hiburan itu, beberapa waktu lalu.
Dia menerangkan, kebutuhan menyalurkan hobi bernyanyi baik secara individu ataupun kelompok/keluarga itu ternyata cukup banyak yang minati. Makanya pebisnis karaoke keluarga seperti K2 konsisten bertahan daripada beralih ke bisnis hiburan lain.
"Kalau kita buka kafe atau live music, kan orang-orang yang berkunjung sifatnya lebih spesifik. Tapi kalau di karaoke keluarga ini kan bebas, apalagi kita memiliki song list hampir 70 ribu lagu yang terdiri dari semua jenis lagu baik barat, Indonesia, China, Korea, Malaysia dan lainnya. Sehingga dengan banyak pilihan bagi para pecinta karaoke menyalurkan hobi bernyanyi itu bisa lebih tersalurkan," tambahnya.
Memang, modal membangun usaha karaoke keluarga seperti K2 pastinya membutuhkan uang miliaran rupiah. Namun investasi uang sebanyak itu bisa kembali dalam jangka dua sampai tiga tahun kemudian. "Omzetnya cukup lumayan dan sangat baik. Namun untuk nominalnya saya tidak bisa mempublikasikan. Yang jelas dalam dua atau tiga tahun investasi yang dikeluarkan sudah bisa kembali," ungkap Irwan.
Sebagai pioner konsep karaoke keluarga pertama di Kota Medan, K2 memiliki pangsa pasar yang loyal dari semua kalangan. Tak heran bila hal itu menjadikan K2 yang beroperasi sejak 2008, hingga kini tetap survive (bertahan) selama 6 tahun.
Konsep karaoke keluarga memang terus dipertahankan K2 dibanding dengan karaoke sejenis. Hanya saja di K2, toilet atau wastafel tidak ada di setiap ruangan yang berjumlah 29 ruang karaoke itu. Sementara pintu ruangannya dipasang kaca tembus pandang sehingga dapat dilihat dari luar maupun dalam. Setiap ruang memiliki kedap suara yang baik sehingga privasi dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga, meski bernyanyi sekuat-kuatnya.
"K2 juga tidak menjual minuman keras, karena pengunjung K2 diperuntukkan bagi orang-orang yang ingin menyalurkan hobi bernyanyi, yang misalnya dikemas untuk acara arisan, ulang tahun maupun reuni," papar manager operasional itu.
Konsep karaoke K2 memang diciptakan sedemikian rupa sehingga cukup membantu dalam menghilangkan stress, suntuk dan dapat dilakukan kapan saja. Berbeda dengan usaha tempat hiburan lainnya semisal diskotik yang pengunjungnya hanya dapat mendengar saja. "Jam operasional K2 sudah buka sejak pukul 10 pagi, jadi waktu jam makan siang pun bisa berkaraoke," ucap Irwan lagi.
Hal tersebut hampir serupa dengan karaoke franchise, Inul Vizta. Manager Operasional Karaoke Inul Vizta Medan, Seriaman mengaku bahwa masyarakat Kota Medan cukup antusias dengan hobi bernyanyi, sehingga bisnis karaoke berpeluang besar berkembang dan memiliki prospek bagus. Apalagi Inul Vizta merupakan bisnis franchise sehingga menjadikan bisnisnya mudah berkembang dan dikenal.
"Dari nama waralaba itu kan sudah dikenal sehingga promosi usaha kita tidak terlalu sulit karena sudah cukup dikenal masyarakat," kata Seriaman. Dia mengaku bahwa pihaknya hanya cukup menjaga nama brand itu sembari terus meningkatkan mutu pelayanan.
Misalnya keramahtamahan atau sopan santun terhadap pengunjung merupakan salah satu bentuk pelayanan yang terus dipertahankan. Terutama peningkatan fasilitas yang disuguhkan seperti sound system, sofa hingga ruangan yang ber-AC. "Pengunjung datang karena mereka mau nyanyi. Kalau sound bagus pasti mereka akan balik lagi kemari," imbuhnya.
Ayu Citra, Manager Operasional Family Fun Medan, mengungkapkan bahwa bisnis karaoke bila dimanajemen secara baik, marketingnya berjalan bagus plus lokasinya strategis, tentu investasi yang ditanam akan mudah kembali. Seperti halnya Family Fun, dalam merambah bisnis karaoke di Medan, sudah melakukan survei baik lokasi maupun pasar yang diinginkan.
Karena menjanjikan itulah makanya Family Fun sebagai bisnis franchise (waralaba) yang berasal dari Semarang itu mau membuka usahanya di Medan. Menurut Ayu, orang Medan doyan bernyanyi. "Jadi kita datang buka usaha di sini dengan konsep karaoke keluarga karena cukup menjanjikan," kata Ayu dengan logat Jawa-nya yang masih kental.
Family Fun hadir di Semarang berawal dari hobi menyanyi si pemiliknya, Edhi Sudharmo. Lantas timbul inspirasi untuk membuka bisnis karaoke di Semarang, dan hingga saat ini punya lima outlet di kota itu.
Pergerakan bisnisnya kian laju, kemudian dikembangkan lagi dengan membuka Famili Fun di Samarinda, Pekalongan, Bandungan, Palangkaraya, dan Batam. "Memang banyaknya di Pulau Jawa dan ini investasi pertama di Medan," ujar Ayu lalu menyambung, saat ini sudah ada 16 outlet Family Fun tersebar di seluruh Indonesia.
Diakuinya, modal membangun bisnis karaoke apalagi konsep waralaba seperti Family Fun dipastikan membutuhkan dana besar. Minimal Rp1 Miliar habis untuk investasi satu outlet karaoke ini. "Walaupun cukup mahal namun dalam satu sampai dua tahun investasi sudah bisa kembali. Mungkin juga itu menjadi salah satu alasan menjamurnya bisnis karaoke keluarga," wanita 29 tahun itu menambahkan.
Agaknya, Family Fun cukup cerdik menarik pangsa pasar. Di Medan misalnya, didirikan tak jauh dari lokasi sekolah, karena sebagian sasarannya memang ditujukan pada kalangan pelajar. Apalagi dengan harga murah yang ditawarkan menjadikan Family Fun yakin dengan pangsa pasar yang dipilihnya. "Namun pangsa pasar lain juga kita harapkan, seperti dari mahasiswa, dewasa, dan keluarga tentunya," ucap Ayu lagi.
Family Fun yang launching pada April 2013 ini juga memiliki trik lain untuk mendatangkan pengunjung, yakni konsep pelayanan terbaik untuk kosumen. Dengan menawarkan konsep "kebersihan, keramahtamahan, kenyamanan dan kelengkapan lagu", menjadikan Family Fun pantas sebagai salah satu pilihan berkaraoke ria bagi keluarga di Medan.(zulfadli siregar)